Jaringan Gabus Pada Tumbuhan

Jaringan Gabus – Kali ini saya akan membahas tentang jaringan gabus yang ada pada tumbuhan. Pembahasan yang akan saya jelaskan di artikel ini sangat lengkap dari ciri-ciri, fungsi, dan bagian dari jaringan gabus. Jaringan gabus ini mempunyai perbedaan dengan jaringan meristem. Jaringan gabus biasanya untuk pertumbuhan sekunder sedangkan jaringan meristem untuk pertumbuhan primer.

Yang dimaksud dengan pertumbuhan sekunder ialah pertumbuhan pada diameter batang biasanya ada pada tumbuhan dikotil dan monokotil. Epidermis yang ada di bawahnya akan pecah karena adanya pertumbuhan sekunder ini, oleh karena itu epidermis yang pecah sudah tidak lagi melindungi seperti fungsinya. Dengan rusaknya epidermis maka jaringan gabus atau felogen ini yang akan menggantikannya.

Jaringan Gabus
Gambar Jaringan Gabus

Jaringan Gabus

Jaringan gabus ini masuk dalam kelompok meristem sekunder yang terbuat dari sel-sel parenkim korteks bagian luar. Aktifitas yang pada kambium gabus yang bisa membuat lapisan sel yang mengalami penebalan yang diakibatkan dari senyawa suberin yang tidak tembus oleh air.

Masih banyak lagi hal yang bisa kita pelajari dari jaringan tumbuhan ini jaringan gabus hanya sebagian dari benyaknya jaringan yang ada di tumbuhan seperti jaringan meristem, jaringan meristem, jaringan sklerenkim, dll. Walaupun banyak sekali namun sangat mudah untuk dipelajari. Semua jaringan tersebut membantu pertumbuhan dari tanaman.

Lapisan gabus yang terbuat oleh felogen tersusun rapat yang ada lapisan lilinnya dan akan siap untuk menggantikan epidermis yang mengelupas akibat aktivitas kambium vaskular. Lapisan ini juga biasa disebut dengan periderm.

  1. Ciri – Ciri Jaringan Gabus

    Jaringan gabus ini sebenarnya tersusun oleh sel yang sebelumnya hidup lalu mati, lapisan gabus yang beraktivitas dari felogen (kambium gabus) yang merupakan sebuah meristem sekunder. Felogen akan membentuk felem ke arah luar, serta feloderm ke arah dalam. Felogen sendiri terbentuk dari sel-sel hidup, dan felem terbentuk dari sel-sel mati. Lalu felem lah yang akan menjadi lapisan gabus pada dikotil.Susunan pada jaringan gabus ini rapat, periderm yang tersusun dari jaringan gabus mempunyai ciri – ciri yang sama dengan epidermis, ciri yang sama tersebut adalah susunannya yang rapat. Hal ini terjadi karena periderm akan menggantikan epidermis saat epidermis sudah rusak.

    Dinding sel akan mengalami penebalan oleh zat suberin, jaringan ini terbuat dari kambium gabus yang terdiri dari sel-sel merismetik berdinding tipis. Lalu sel-sel tersebut akan mengalami fase penebalan yang diakibatkan oleh senyawa suberin dan sel-sel tersebut akan mati. Senyawa suberin (lilin) ini mempunyai sifat tidak bisa tembus air, hal ini sangat menguntungkan untuk tumbuhan karena tumbuhan membutuhkannya untuk pencegahan penguapan air.

  2. Fungsi Jaringan Gabus

    1. Pelindung Tanaman

      Fungsi dari jaringan gabus ini adalah untuk menggantikan epidermis, yang sebenarnya fungsi dari jaringan gabus ini adalah sebagai pelindung tanaman. Terbentuknya lapisan epidermis ini juga terjadi karena pembelahan dari meristem primer lalu pembelahan tersebut akan memicu meristem sekunder untuk aktif dan akan menyebabkan batang dari tanaman menjadi lebih besar.Hal tersebut disebabkan oleh lapisan epidermis yang hanya 1 lapis lalu menjadi pecah dan mengelupas. Lalu lapisan epidermis tersebut akan digantikan oleh jaringan gabus yang ada di sisi luar korteks batang. Kambium gabus ini terbentuk dari sel -sel parenkim yang mempunyai sifat parenkim. Aktifitas yang dilakukan kambium gabus akan menghasilkan sel yang akan mengalami penebalan yang diakibatkan suberin dan menjadi periderm yang akan menggantikan epidermis.

    2.  Pencegahan Penguapan

      Fungsi lainnya adalah untuk mencegah penguapan air dalam tanaman karena lapisan gabus yang sudah mengalami penebalan dan menjalankan fungsinya sebagai pelindung juga akan mencegah penguapan air. Tumbuhan yang selalu terkena paparan sinar matahari akan selalu menguap, dan lapisan gabus yang tersusun dari senyawa suberin ini yang mencegah penguapan karena zat suberin mempunyai sifat tak tertembus air jadi air akan ada trus di dalam tanaman.Hal ini akan sangat membantu tanaman karena tanaman akan mempunyai banyak cadangan air dan untuk tanaman yang berada pada tempat yang kering atau tanaman yang berada di musim kemarau akan lebih panjang umur hidupnya.

    3. Melindungi tanaman dari infeksi

      Lapisan epidermis yang sudah mengelupas yang disebabkan oleh pertumbuhan sekunder tak perlu kamu khawatirkan, karena jaringan gabus yang ada bisa menggantikan lapisan epidermis tersebut. Dengan adanya penebalan dinding oleh senyawa suberin menyebabkan lapisan gabus dapat mengatasi perlindungan dari kerusakan mekanis dan infeksi patogen yang bisa menyerang tubuh tanaman.

  3. Bagian Lapisan Gabus

    Pada jaringan gabus ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu eksodermis, endodermis, dan peridermis penjelasan lengkap ada di bawah :

    1. Eksodermis

      Jaringan ini merupakan lapisan gabus yang berada pada bagian terluar yang mempunyai kandungan suberin yang berguna sebagai pengganti epidermis.

    2. Endodermis

      Dibagian endodermis yang masih muda terdapat selulosa dan dinding bersifat lentur, lalu saat sudah menjadi endodermis dewasa maka akan mengalami penebalan – penebalan dinding yang akan memperkuatnya. Penebalan tersebut seperti berupa titik-titik atau pita yang berada di zat kayu dan juga mengandung suberin dan kutin yang biasa disebut pita kaspari.

    3. Peridermis

      Pada bagian peridermis ini juga mempunyai bagian lagi yaitu felogen, felem, dan feloderm yang ketiganya mempunyai fungsi yang berbeda. Untuk felogen sendiri merupakan sebuah kambium gabus yang mempunyai lapisan sel yang merismatis. Felogen sendiri dapat terbentuk dari berbagai jaringan hidup seperti parenkim korteks dan epidermis yang sel-selnya juga merismatik.

      Felem merupakan sebuah hasil atau produk dari felogen itu sendiri, terbentuknya felem ini juga dikarenakan felogen tubuh ke arah luar. Felem juga termasuk impermeabel atau tidak tembus air karena pada felem terdapat senyawa suberin, sedangkan untuk feloderm merupakan kebalikan dari felem yaitu hasil dari felogen yang tumbuh ke arah dalam. Feloderm juga hampir homogen dengan parenkim korteks.

Jaringan gabus ini juga biasa disebut sebagai jaringan pelindung tanaman karena mempunyai senyawa suberin yang dapat mencegah air dalam tanaman menguap. Berbeda dengan jaringan meristem yang mempunyai peran pada tanaman sebagai penunjang pertumbuhan dari tanaman karena adanya pertumbuhan meristem primer dan sekunder hanya pada jaringan meristem.

Itulah ulasan lengkap dari jaringan gabus semoga kamu bisa memahaminya dengan mudah dan kamu juga bisa menyelesaikan banyak soal tentang jaringan tanaman terutama jaringan gabus ini. Aku juga akan lebih banyak lagi membahas banyaknya jaringan yang ada di tanaman secara lengkap dan juga jelas agar kamu mudah untuk menghafal dan paham akan jaringan tanaman.

Jika anda memerlukan banyak materi lagi seputar biologi anda bisa mencari di website ini karena masih banyak materi – materi yang bisa kamu cari dan juga kamu bisa mudah untuk mengerjakan soal – soal biologi dengan mudah. Kamu juga bisa bagikan artikel jaringan gabus ini ke teman-teman kamu secara gratis. Terima Kasih

Baca Juga :  Jaringan Epidermis Pada Tumbuhan

Leave a Comment