Mitokondria

Mitokondria – Mempelajari suatu organel yang mempunyai bentuk mikrospis sangatlah sulit karena kita tidak bisa melihatnya dengan mata telanjang dan kita juga perlu menggunakan bantuan mikroskop. Melihat organel mikrospis juga membutuhkan peralatan laboratorium.

Kali ini saya akan membahas salah satu organel yaitu mitokondria yang merupakan bagian dari sel yang mempunyai lapisan pada membran yang berlapis-lapis. Pada artikel ini saja akan membahas tentang pengertian mitokondria, struktur mitokondria, dan juga fungsi dari mitokondria itu sendiri.

Mitokondria
Gambar Mitokondria

Mitokondria

Organel ini merupakan organel sel yang mempunyai membran rangkap, diantara membran luar dan membran dalam ada ruang sempit berisi cairan encer yang di dalamnya terdapat beberapa enzim. Ruangan tersebut juga disebut dengan ruangan membran. Lumen mitokondria dan juga isinya yang seperti cairan kental disebut dengan matriks.

Struktur dan fungsi dari organel ini juga berbeda antara membran dalam dan membran luar. Struktur membran dalam juga lebih keras dibandingkan dengan membran luar. Membran luar juga mempunyai protein pengangkut yang disebut porin, yang berguna untuk membentuk celah akuosa di antara dua lapis fosfolipid. Yang menyebabkan membran tersebut mirip penepis yang permeabel untuk semua molekul yang berat.

  1. Pengertian Mitokondria

    Organel ini sendiri sebenarnya sel tunggal yang mempunyai fungsi sebagai tempat respirasi (pernafasan) bagi manusia, hewan, dan tumbuhan. Untuk proses metabilisme zat kalsium dan asam lemak atau juga pengolahan protein menjadi energi.

    Adapun kegunaan lain seperti transduksi sinyal, biosintesis primidana, dan juga penghasil energi.Mitokondira juga bisa berperan sebagai antibodi karena bisa mematikan sel yang rusak yang ada di tubuh. Seperti contoh saat ada sel yang abnormal dan berpenyakit maka mitokondria akan bekerja untuk menyeleksinya agar sel tersebut tidak berkembang di dalam tubuh.

    Bisa dikatakan juga jika pada tubuh hewan, manusia, dan tumbuhan terdapat mitokondria maka organel ini akan menjaga tubuh anda dari sel – sel yang abnormal dan akan membuat organ – organ vital pada tubuh anda bisa bekerja lebih baik lagi dan tanpa kendala.

  2. Struktur Mitokondria

    Dengan pengamatan menggunakan mikroskop bisa dilihat bahwa bentuk dari mitokondria ini seperti sosis yang mempunyai ukuran panjang 7 mikrometer dan mempunyai ukuran diameter mencapai 0,5 sampai 1 mikrometer. Jika dilihat dari mikograf elektron mitokodria ini mempunyai membran rangkap.Pada umumnya jika mitokondria pada suatu sel sedikit maka organel ini mempunyai ukuran yang besar.

    Biasanya organel ini tersebar di daerah sitoplasma, namun ada juga yang berkumpul di bagian nukleus atau di tepi sitoplasma. Hal ini terjadi biasanya jika di dalam sitoplasma tersebut terdapat inklusion atau glukosa dan lemak yang membuat organel ini akan terdesak. Mitosis mitokondria sendiri juga terousat pada spindel pembelahan dan setelah pembelahan.

    Mitokondria ini menyebar pada sitoplasma ini mempunyai hubungan erat dengan fungsi dari mitokondria sebagai penyuplai energi sel. Namun pada beberapa sel organel ini hanya ada pada bagian sel yang membutuhkan banyak energi. Seperti pada sel otot dan juga diafragma. Di tubulus – tubulus renalis ada banyak mitokondria untuk memberikan energi saat penyerapan air dan juga larutan yang dibutuhkan sel.

    Adapun keistimewaan dari mitokondria ini yaitu mempunyai dna jadi organel ini bisa memperbanyak diri dengan membelah dirinya. Dengan miripnya organel ini dengan bakteri jadi banyak ahli yang mengatakan bahwa organel ini adalah bakteria.

  3. Fungsi Mitokondria

    Organel ini juga mempunyai fungsi selain untuk respirasi sel organel ini juga sebagai penghasil energi bagi sel dan energi tersebut dalam bentuk ATP. Metabolisme karbohidrat juga bisa terjadi pada organel ini jika piruvat di transpor serta dioksidasi oleh O2 dan menjadi CO2 serta air.

    Energi yang akan dihasilkan sangat efisien yaitu 30 ATP molekul yang di buat pada setiap molekul – molekul glukosa yang dioksida. Namun pada glikolisis hanya bisa menghasilkan 2 ATP molekul. Fungsi organel bisa mengatur aktifitas di dalam sel dan juga metabilisme sel tersebut.

    Pembentukan energi dalam sel yang disebut dengan fosforilasi ini mempunyai tahapan reaksi enzimatis yang melibatkan komplek enzim yang ada pada bagian dalam membran sel. Pembentukan ATP juga memerlukan proses transpor elektron dengan bantuan 4 komplek enzim dan juga bantuan dari FoF1 ATP sintase serta adenine nucleutide translocator (ANT).

    Adapun fungsi lain dari organel ini sesuai letaknya seperti untuk konsentrasi ion kalsium yang tepat dan cukup pada berbagai kompartemen sel. Organel ini juga bisa membantu sel agar bisa mencapai tujuan tersebut dengan cara melayani sebagai tangki penyimpanan yang bisa menyimpan ion dan kalsium.

    Organel ini juga mempunyai fungsi untuk membangun bagian – bagian tertentu dari darah dan juga hormon seperti testoseron dan estrogen. Mitokondria yang berada di hati bisa mendetofikasi amonia dengan menggunakan enzimnya.

    Organel ini juga mempunyai peran pada proses kematian sel yang terprogram, yaitu sel yang sudah tidak diinginkan lagi atau jumlah sel yang terlalu banyak karena perkembangan organisme lalu organel ini akan memangkasnya agar kembali ke jumlah yang normal. Proses itu biasa disebut dengan apoptosis. Lalu kematian sel yang tidak wajar yang disebabkan tidak berfungsi organel ini akan berpengaruh pada fungsi organ.

  4. Komposisi Kimia pada Mitokondria

    Perbedaan membran luar dan dalam secara kimiawi sangat berbeda kualitas dan kuantitasnya serta dengan lapisan sitoplasmanya pun berbeda. Membran dalam lebih banyak mempunyai protein dibandingkan membran luar. Sedangkan untuk membran luar terdapat kandungan fosfolipid yang lebih banyak dibandingkan dengan membran dalam.

    Banyaknya enzim protein pada organel ini adalah enzim yang mengkatalisasi reaksi kimia yang mempunyai hubungan dengan respirasi. Pada selaput dalam banyak melekat zarah yang mempunyai bentuk bulat dengan diameter 8,0 sampai 9,0 nm. Bola – bola tersebut juga mempunyai peran sebagai tempat utama proses fosforilasi oksidatif dan transpor elektron, yang disebut dengan oksisoma.

    Komponen yang paling utama dari organel ini adalah protein. Kandungan protein ini juga mempengaruhi jumlah membran dalam yang mempunyai banyak protein enzimatis dan adanya strukural yang ada pada bagian membran dalam. Mitokondria mempunyai membran dalam yang mengandung 60% protein total organel.

    Berdasarkan penelitian pada sel tikus terlihat kandungan pada membran dalam mengandung 21,3 % protein total dan pada membran luar terdapat 4% protein total organel ini. Dan 67% protein ada pada matriks dan sisanya terdapat pada ruang antar membran.

Baca Juga :  Xilem dan Floem

Itulah penjelasan lengkap tentang mitokondria pada sel yang akan sulit anda teliti karena merupakan organel mikroskopis dan kamu juga akan sulit melihatnya dengan mata telanjang karena membutuhkan mikroskop dan alat – alat yang ada di laboratorium.

Semoga artikel ini bisa menjelaskan mitokondria dengan lengkap, jelas, dan juga rinci agar anda mudah untuk memahaminya. Bagikan juga artikel ini ke teman kamu yang sedang kesulitan mencari materi tentang materi biologi khususnya organel ini. Sekian Terima Kasih

Leave a Comment